Sunday, February 12, 2017

3 Cara Pengajuan Kartu Kredit

Sebelum Anda mengajukan pembuatan kartu kredit sebaiknya memahami hal-hal penting terkait kartu kredit. Jangan sampai kartu kredit hanya akan menambah beban keuangan. Kartu Kredit adalah hutang yang harus di bayar sebelum jatuh tempo setiap bulan. Point pentingnya adalah masalah pembayaran dan iuran tambahan apa saja yang harus di bayar.

Perlu juga di ketahui tidak semua kartu kredit menarik iuran pertahun atau iuran tahunan (iuran keanggotaan). Ada bank yang mengunakan sistem bulanan sebagai contoh adalah bank Mandiri. Besaran pembayaran iuran keanggotaan tergantung dari jenis kartu kredit yang akan di pilih. Sebagai contoh adalah kartu kredit Mandiri Visa Silver dan Everyday Card dimana iuran perbulan adalah Rp. 15.000.

Hampir semua bank penerbit kartu kredit menggunakan iuran keanggotaan namun bisa di dapatkan secara gratis. Pastinya ada syarat dan ketentuannya biasanya adalah minimal penggunaan kartu kredit perbulan. Semua informasi masing-masing iuran yang harus di bayarkan sudah di sediakan di website resmi masing-masing bank penerbit. Silakan pelajari lebih detail.

Informasi penting lainnya yang harus diketahui adalah terkait peraturan baru bagi pengguna kartu kredit yang di tetapkan oleh Kementrian Keuangan dimana semua bank penerbit kartu kredit harus melaporkan semua aktivitas kartu kredit yang dimiliki oleh nasabahnya. Peraturan ini berlaku sejak Maret 2016. Jadi semua transaksi dengan kartu kredit saat ini akan di kenai pajak.

Berikut ini adalah 3 cara dalam mengajukan kartu kredit. 2 dari 3 cara ini sudah saya coba. Mana yang cocok silakan di pilih sendiri.

Pengajuan Kartu Kredit langsung ke Bank.
Jika Anda tidak mau ribet karena harus membaca penjelasan panjang mengenai kartu kredit dengan berbagai fitur silakan datang langsung ke bank penerbit. Petugas bank atau customer service akan dengan senang hati memberikan penjelasan kepada Anda.

Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum datang langsung ke Bank adalah persiapkan persyaratan lengkapnya diantaranya adalah Kartu Tanda Penduduk, Buku Tabungan (jika nasabah), ATM (jika nasabah), NPWP dan beberapa syarat lainnya seperti SIUP jika Anda mengajukan sebagai wiraswasta. Pengajuan kartu kredit bisa di lakukan meskipun Anda bukan nasabah bank tersebut.

Syarat diatas tidak mutlak diperlukan namun sifatnya jika di butuhkan. Sebagai contoh adalah pengajuan kartu kredit di bank BCA untuk SIUP sifatnya jika diminat. Jadi jika Anda mengajukan sebagai wiraswasta sebaiknya dokumen SIUP ikut di bawa. Pengalaman saya mengajukan kartu kredit di bank BCA sebagai wiraswasta tidak memerlukan SIUP. Jika Anda tidak memiliki NPWP bisa di ganti dengan meterai yang sudah di sediakan oleh bank.

Jika Anda mengajukan sebagai Karyawan pastikan Anda juga sudah membawa syarat lain yaitu Slip Gaji. Ada beberapa syarat jika Anda sebagai karyawan diantaranya adalah masa kerja dan besarnya gaji. Jika baru bekerja 1 atau 2 bulan bukan sebagai pegawai negeri sebaiknya tunda dulu untuk mengajukan kartu kredit.

Pengajuan kartu kredit langsung ke bank memang tidak bisa dilakukan di semua kantor cabang. Jika ada kantor cabang bank yang tidak bisa membuat kartu kredit maka Anda akan diarahkan untuk ke kantor cabang terdekat. Jika jarak terlalu jauh silakan gunakan opsi ke dua yaitu dengan online.

Silakan tunggu hingga Anda mendapat telepon dari bank cabang tempat membuat kartu kredit. Proses verifikasi ini biasanya akan di lakukan 2 kali yaitu di kantor cabang dan kantor pusat atau Jakarta.

Pengajuan Kartu Kredit secara Online.
Anda adalah orang yang sangat sibuk bahkan untuk ke bank saja susah. Atau barang kali lokasi tempat kerja atau tempat tinggal Anda sangat jauh dari bank. Maka opsi paling mudah mengajukan kartu kredit adalah dengan sistem online.

Sistem online ini ada dua jenis yaitu full online dan semi online. Untuk full online cukup dengan mengisi formulir yang di sediakan secara online di website bank penerbit. Sedangkan semi online ini caranya harus melakukan print out data aplikasi (lembar isian) yang sudah di sediakan lalu mengisi semua data yang diperlukan selanjutnya data tersebut di kirim via pos atau jasa pengiriman ke kantor pusat bank penerbit.

Bank yang sudah menggunakan sistem full online ini adalah bank BCA. Silakan masuk ke situs resminya melalui link https://eform.klikbca.com/applycc. Untuk mengisi formulir ini ada beberapa tahapan silakan isi sesuai dengan data yang Anda miliki.

Setelah data di masukkan silakan tunggu pihak bank akan memverifikasi langsung dengan menghubungi nomor telepon yang sudah di daftarkan sebelumnya dalam aplikasi. Saya pribadi belum pernah menggunakan cara ini namun menurut saya proses pembuatan kartu kredit via online prosesnya lebih cepat karena semua data langsung masuk ke kantor pusat.

Ada juga pembuatan kartu kredit sistem online lainnya yaitu via telepon. Saya sudah sering mendapatkan tawaran ini. Kemungkinan Sales ini mendapatkan nomor saya karena Saya sering membahas soal Kartu Kredit di Blog.

Sistem ini biasanya Anda akan di telepon kemudian ditanya apakah sudah memiliki kartu kredit atau belum. Jika belum memiliki kartu kredit Anda akan di tawari kartu kredit dengan sistem referensi pengguna kartu kredit. Referensi yang dimaksud ini adalah dengan menggunakan kartu kredit orang lain (saudara kandung atau orang tua). Kartu kredit yang akan Anda dapatkan biasanya adalah kartu kredit tambahan.

Pengajuan Kartu Kredit lewat Marketing
Marketing kartu kredit biasanya sering di jumpai di pusat perbelanjaan atau Mall, kantor pusat bank penerbit kartu kredit atau juga sering di jumpai di berbagai grup Facebook. Jika Anda ingin mencari silakan cari saja mengunakan mesin pencari di Facebook atau Google. Forum Kaskus juga banyak Sales atau marketing kartu kredit namun lebih sering area Jabodetabek.

Pengajuan kartu kredit lewat Sales ada yang mengatakan berbahaya ada juga yang mengatakan lebih mudah dari pada langsung ke bank. Berbahaya disini biasanya karena apa yang di sampaikan tidak sama dengan kenyataan. Sebagai contoh Anda di tawari kartu kredit bebas iuran tahunan namun kenyataanya tidak. Jadi yang perlu di perhatikan adalah cari informasi sebanyak mungkin sebelum apply kartu kredit via Sales agar tidak tertipu.

Pada dasarnya prinsip marketing / Sales adalah menjual produk sebanyak-banyaknya karena mereka juga dikejar target. Jadi yang harus pintar mengolah informasi adalah Kita sebagai pembuat kartu kredit.

Saya menggunakan jasa Sales karena kebetulan salah seorang kawan memberikan referensi. Cara ini juga mudah karena bisa kapan saja waktunya. Silakan undang Sales ke rumah atau janjian di suatu tempat, kemungkinan besar mereka akan datang. Siapkan semua data yang diminta, data ini secara keseluruhan sama seperti data lainnya.

Pengalaman saya menggunakan jasa Sales ini biasanya mereka mewajibkan Anda memiliki telepon kabel atau Telkom. Karena pada waktu itu saya butuh kartu kredit maka akhirnya nomor telepon rumah saya berikan. Nomor Telkom ini tidak saya cantumkan pada saat mengajukan kartu kredit langsung ke bank. Saya hanya menggunakan nomor ponsel.

Proses pengajuan kartu kredit lewat Sales hampir mirip dengan datang langsung ke Bank. Anda akan mendapatkan telepon dari kantor cabang bank untuk verifikasi tahap pertama. Jika lolos silakan tunggu verifikasi kedua dari kantor bank pusat di Jakarta.

Dari ketiga cara pengajuan kartu kredit, di setujui atau tidaknya pengajuan kartu kredit tergantung dari data yang Anda berikan dan pada saat di survey baik melalui telepon maupun melihat fisik atau tempat usaha jika mengajukan sebagai Wiraswasta. Jika pada saat di verifikasi via telepon, Salah satu dari Anda dan saudara tidak serumah tidak mengangkat sudah dapat dipastikan pengajuan akan di tolak. Jadi pastikan pada saat di telepon diangkat dan jawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh pihak bank secara lengkap dan jelas dan harus sama dengan data pada aplikasi.

No comments:

Post a Comment